Bencana Berulang di Flores Timur: Ancaman Nyata dan Ujian Kesiapsiagaan Negara
REINHA.com – Forum Diskusi Kopi Juang akan menggelar diskusi publik dengan tema, “Bencana Datang, Negara Terlambat: Sampai Kapan Flores Timur Menunggu?” Bertempat di Kedai Saluni-Taman Kota Larantuka, diskusi publik ini sedianya akan dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 18.00 WITA sampai dengan selesai.
Diskusi ini menghadirkan Melky Kolibarang, Bachtiar Lamawuran, Konradus Kusno Wada sebagai pembicara, dengan moderator Yosef Marselino Fernandez. “Diskusi ini mengambil posisi dari suara masyarakat kemudian akan direkomendasikan kepada negara,” ungkap Christo Kabelen, Koordinator Forum Diskusi Kopi Juang, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2).
Christo Kabelen menjelaskan bahwa Kabupaten Flores Timur kembali menjadi sorotan nasional menyusul rangkaian bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas vulkanik, cuaca ekstrem, banjir, dan longsor memperlihatkan bahwa wilayah di ujung timur Pulau Flores itu berada dalam tekanan risiko kebencanaan yang tinggi dan berulang.
“Ancaman paling nyata datang dari aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki. Sepanjang 2024–2025, gunung tersebut mengalami peningkatan aktivitas signifikan. Erupsi menyebabkan ribuan warga terdampak dan harus mengungsi dari zona rawan. Berdasarkan laporan situasi yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ribuan warga tercatat terdampak langsung sepanjang periode erupsi 2024-2025,” jelasnya.
Selain erupsi, Flores Timur juga menghadapi cuaca ekstrem berkepanjangan. Pemerintah daerah sempat menetapkan status tanggap darurat akibat hujan intensitas tinggi yang memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Kondisi geografis yang berbukit serta struktur tanah yang labil memperbesar potensi risiko, terutama di kawasan padat permukiman.
Menurut pemetaan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejumlah desa berada dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) erupsi dan lahar. Artinya, ancaman tersebut bukanlah kejadian insidental, melainkan risiko yang telah teridentifikasi secara ilmiah.
Masyarakat Bergerak Lebih Dulu
Dalam setiap fase darurat, respons pertama hampir selalu datang dari masyarakat sendiri. Warga saling membantu proses evakuasi, rumah ibadah dibuka sebagai tempat pengungsian, dan komunitas lokal menggalang logistik. Solidaritas sosial terbukti menjadi penopang utama saat krisis terjadi.
“Namun pola yang sama terus berulang: sistem mitigasi dinilai belum optimal, jalur evakuasi belum sepenuhnya siap, dan edukasi kebencanaan belum merata hingga tingkat desa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pencegahan dan kesiapsiagaan jangka panjang,” terang Christo Kabelen melanjutkan.
Para pemerhati kebencanaan menilai bahwa Flores Timur membutuhkan penguatan sistem yang lebih terintegrasi. Mulai dari penataan ruang berbasis risiko, penguatan sistem peringatan dini, hingga pendidikan kebencanaan berbasis komunitas.
Bencana Bukan Sekadar Peristiwa Alam
Secara geografis, Flores Timur memang berada di wilayah cincin api Pasifik dan kawasan seismik aktif. Namun para ahli menegaskan bahwa dampak bencana dapat ditekan melalui tata kelola risiko yang baik.
“Kerentanan bukan hanya soal alam, tetapi juga soal kesiapan sistem,” ujarnya.
Flores Timur kini berada pada persimpangan penting: mempertahankan pola respons reaktif atau memperkuat pendekatan preventif yang berkelanjutan. Di tengah perubahan iklim dan aktivitas geologi yang dinamis, investasi pada mitigasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
“Bagi warga Flores Timur, keselamatan bukanlah permintaan istimewa. Ia adalah hak dasar yang harus dijamin sebelum bencana berikutnya datang,” tegas Christo Kabelen.
Lebih lanjut, Christo Kabelen menjelaskan bahwa diskusi publik tentang penanganan bencana di Flores Timur harus berani melampaui narasi duka. Ia harus menjadi ruang tekanan moral dan politik. Negara harus dipaksa untuk hadir sebelum bencana, bukan sekadar datang setelah terlambat. Karena keselamatan warga bukan hadiah, melainkan hak.
“Sampai kapan Flores Timur menunggu?” Tutup Christo Kabelen.
# Bencana Berulang di Flores Timur: Ancaman Nyata dan Ujian Kesiapsiagaan Negara
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch