Warga Terdampak Gempa Di Desa Labelen Keluhkan Ketersedian Bahan Pangan
REINHA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa di Kecamatan Solor Timur. Kepala Desa Labelen, Salem Nurdin Lamahala mengatakan bahwa bantuan yang telah mereka diterima berupa 50 lembar tikar, 50 buah matras lipat, 10 lembar terpal (Senin 13 April 2025).
Salem Nurdin Lamahala pun memberi apresiasi atas respon cepat Pemerintah Daerah Flores Timur atas koordinasi baik antara pihak Camat Solor Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur dalam memenuhi kebutuhan korban Gempa di Labelen.
(Baca juga: Empat Hari Dterjang Gempa, Pemda Flotim Distribusi Daftar Bantuan Kosong)
Pantauan media di Desa Labelen, warga membangun tenda-tenda darurat secara mandiri disekitar rumahnya, hal ini dikarenakan sampai saat ini gempa susulan masih terus terjadi.
Mengenai kerusakan, sebanyak 18 rumah warga di Desa Labelen mengalami rusak berat kata Salem, angka ini mungkin saja akan bertambah mengingat gempa susulan yang masih terus terjadi.
Salem pu menuturkan bahwa persoalan serius yang kini dihadapi oleh masyarakat Desa Labelen adalah ketersedian pangan.
“Masyarakat Desa Labelen mayoritas berkerja sebagai nelayan, aktifitas tersebut berhenti total karena gempa yang terus terjadi sejak Rabu, 8 April hingga hari ini Senin,13 April 2026, oleh karena itu bantuan pangan sangat dibutuhkan oleh masyarakat” kata Salem.
Perihal keterbatasan pangan ini pun, akan diupayakan melalui perubahan APBDes Labelen tahun 2026. Namun kemampuan APBDes Labelen kata Salem Nurdin Lamahala, hanya bisa membantu warga Labelen dalam beberapa hari saja.
Berdasarkan informasi, Desa – Desa di Kecamatan Solor Timur seperti, Desa Labelen, Desa Motonwutun, Desa Menanga, Desa Watobuku, Desa Tanahwerang dan Desa Watohari telah mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur.
Terkait pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi warga korban gempa, media belum menerima jawaban dari Pemerintah Flotim hingga berita ini diturunkan.*** (JMW/MB)
# Warga Terdampak Gempa Di Desa Labelen Keluhkan Ketersedian Bahan Pangan
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.